MEDIA PENDIDIKAN DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR
Proses Belajar Mengajar
Belajar adalah suatu proses yang komples yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak dia masih bayi hingga ke liang lahat nanti. Pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif).
Seseorang telah belajar kalau terdapat perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tersebut harus bersifat relative permanen, tahan lama dan menetap, tidak berlangsung sesaat. Istilah proses belajar mengajar atau kegiatan mengajar hendaklah diartikan baha proses beajar dalam diri siswa terjadi abaik karena ada yang secara langsung mengajar (guru, instruktur) atau secra tidak langsung. Belajar tak langsung artinya siswa secara aktif berinteraksi dengan media atau sumber belajar yang lain.
Sumber belajar jenis orang (people) antara lain siswa, petugas perpustakaan, kepala sekolah, tutor, tokoh-tokoh masyarakat atau orang yang mempunyai keterampilandan kemampuan tertentu. Sumber belajar yang lain adalah pesan (message) yaitu ajaran atau informasi yang akan dipelajari oleh siswa. Materi-materi latihan jenis ini adalah
1. Bahan (materials)
Jenis ini disebut dengan perangkat lunak (software) yang terkangdung pesan-pesan, misalnya buku, modul, film bingkai audio.
2. Alat (device)
Bisa disebut dengan perangkat keras (hardware) digunakan untuk menyajikan pesan. Contoh, proyektor film, video tape dan cassette recorder, radio dan TV.
3. Teknik
Acuan yang disiapkan untuk menggunakan alat, bahan, orang dan lingkungan untuk menyajikan pesan
4. Lingkungan (setting)
Misalnya gedung sekolah, perpustakaan, labolatorium, kebun binatang dan tempat-tempat lainnya yang sengaja dirancang untuk tujuan belajar siswa.
MEDIA PENDIDIKAN
Media adalah perantara atau penghantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbgai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Dari persamaan diatas dapat diberikan artian media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
PERKEMBANGAN MEDIA PENDIDIKAN
Dengan masuknya pengaruh teknologi audi pada sekitar pertengahan abad ke-20, alat visual untuk mengkonkretkanajaran dilengkapi dengan alat audio sehingga kita kenal adanya alat audio visual atau AVA (audio visual aids).
Dalam usaha memanfaatkan media sebagai alat bantu ini Edgar Dale mengadakan klasifikasi pengalaman menurut tingkat dari yang paling konkret ke yang paling abstrak. Klasifikasi tersebut kemudia dikenal dengan nama kerucut pengalaman (cone of experience)
Pada akhir tahun1950 teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat bantu audio visual, sehingga selain sebagai alat bantu media juga berfungsi sebagai penyalur pesan atau informasi belajar. Sejak saat itu, alat audio visual bukan hanya dipandang sebagai alat bantu guru saja, melainkan juga sebagai alat penyalur pesan atau media. Teori ini sangat penting dalam penggunaan media untuk kegiatan program-program pembelajaran. Namun factor siswa yang menjadi komponen utama dalam proses belajar belum mendapat perhatian.
Pada tahu 1960-1965 orang mulai memperhatikan siswa sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. Teori tingkah laku (behavioursm theory) ajaran Skiner mulai mempengaruhi penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran. Teori ini mendorong orang agar untuk lebih memperhatikan siswa dalam proses belajar mengaja. Menurut teori ini mendidik adalah mengubah tingkah laku siswa. Perubahan tingkah laku harus tertanam pada diri siswa sehingga menjadi adat kebiasaan,
Teori ini telah mendorong diciptaknnya media yang dapat mengubah tingkah laku siswa sebagai hasil proses pembelajaran. Media instruksional yang terkenal yang dihasilkan teori ini adalah teaching machine dan programmed indtruction.
Pada tahun 1965-1970, pendekatan sistem (system approach) mulai menampakkan pengruhnya dalam kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran. Pendekatan sistem ini mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam program pembelajaran.
PROSES BELAJAR MENGAJAR SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/ media ke penerimaan pesan.
Pesan berupa isi ajaran dan didikan yang ada di kurikulum dituangkan oleh guru atau sumber lain kedalam simbol-simbol komunikasi baik symbol verbal (kata-kata lisan ataupun tertulis) maupun symbol non verbal atau visual. Proses penuangan pesan kedalam simbol-simbol komunikasi disebut ecoding. Sedangkan proses penafsiran simbol-simbol komunikasi yang mengandung pesan-pesan disebut decoding
Ada beberapa faktor yang menghambat proses komunikasi (barrier atau noises)
Hampatan psikologi, seperti minat, sikap, pendapat, kepercayaan, intelegensi, pengetahuan dan hambatan fisik
Media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar yang dapat menyalurkan pesan sehingga membantu mengatasi perbedaan gaya belajar, minat, intelegensi, keterbatasan daya indera, hambatan fisik dll, dapat dibantu dengan pemanfaan media pendidikan.
KEGUNAAN MEDIA PENDIDIKAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
Media pendidikan mempunyai kegunaan sebagai berikut:
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
3. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar