Senin, 14 November 2011

E-LEARNING UNTUK PENDIDIKAN KHUSUSNYA PENDIDIKAN JARAK JAUH DAN APLIKASINYA DI INDONESIA


A.   Apa e-learning itu?
E-learning adalah pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. Karakteristik E-learning antara lain
a.  Memanfaatkan jasa teknologi elektroni, dimana guru dan siswa, siswa dan sesame siswa atau guru dan sesame guru dapat berkomunikasi dengan relative mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
b.  Memanfaatkan keunggulan computer.
c.  menggunakan bahan ajar bersifat mandiri disimpan dikomputer sehingga apat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja bila bersangkutan memerlukannya.
d.  Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat dikomputer.
Pemanfaatan e-learning tidak terlepas dari jasa internet. Karena teknik pembelajaran yang tersedian di internet begitu lengkap, maka hal ini akan mempengaruhi terhadap tugas guru dalam proses pembelajaran. Dahulu, proses mengajar di dominasi oleh peran guru. Kini, proses belajar dan mengajar, banyak didominasi oleh peran guru dan buku, dan pada masa mendatang proses belajar dan mengajar akan didominasi oleh peran guru, buku, dan teknologi.

B.   Kelebihan dan kekurangan e-learning
Menyadari bahwa di internet dapat dikemukakan berbagai informasi dan informasi itu dapat diakses secara lebih mudah, kapan saja dan dimana saja, maka pemanfaatan internet menjadi suatu kebutuhan. Manfaat penggunaan internet  antara lain
a.    Tersedianya fasilitas e-moderating dimana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
b.   Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang berstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar yang dipelajari.
c.    Siswa dapat belajar bahan ajar setiap saat dan dimana saja.
d.   Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya ia dapat melakukan akses internet.
e.    Berubahnya peran siswa yang dari pasif menjadi aktif.
f.     Relatif lebih efesien.
Walaupun demikian pemanfaatan internet untuk pembelajaran juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan antara lain
a.    Kurangnya interaksi antara guru dan siswa bahkan antar siswa itu sendiri.
b.   Kecenderungan mengabaikan aspek akademik namun mendorong tumbuhnya aspek komersial.
c.    Proses belajar dan mengajarnya cenderung kea rah pelatihan daripada pendidikan.
d.   Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, dituntut mengetahui pembelajaran menggunakan ICT.
e.    Siswa tidak mempunyai motivasi yang tinggi cenderung gagal.
f.     Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
g.    Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan soal internet.
h.   Kurangnya penguasaan bahasa komputer.

C.   E-learning dan internet di Inonesia
Dalam lima tahun terakhir ini, perkembangan jumlah pengguna internet di Indonesia tidak kalah pesat bila dibangdingkan dengan mereka di luar negeri. Tumbuhnya pengguna internet yang pesat tersebut tentu berkaitan dengan pandangan masyarakat yang memandang penggunaan internet adalah suatu kebutuhan untuk mendukung kegiatan sehari-hari.

Pemanfaatan internet di Indonesia pada tahap “baru mulai”. Sebenarnya pemanfaatan internet untuk e-learning di Indonesia bisa ditingkatkan kalau fasilitas yang berupa infrakstruktur maupun fasilitas yang bersifat kebijaksanaan. Hal ini bukan saja didukung oleh data, namun juga semakin banyaknya warung-warung internet yang muncul diberbagai pelosok Indonesia. Pengguna internet bukan saja dari kalangan pelajar dan mahasiswa namun dari kalangan masyarakat lain. Hal ini bisa dipakai sebagai indikasi bahwa internet memang diperlukan untuk membantu kelancaran pekerjaan atau tugas-tugas pengguna internet.
D.  Faktor-faktor yang dipertimbangkan sebelum pemanfaatan e-learning
Hal yang perlu diperhatikan sebelum seseorang memilih internet untuk kegiatan pembelajaran antara lain
a.    Analisa kebutuhan
b.   Rancangan instruksional
c.    Tahap pengembangan
d.   Pelaksanaan
e.    Evaluasi

E.   E-learning untuk online course
Pendidikan atau pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi informasi untuk keperluan agar pendidikan bisa lebih di jangkau disebut online course. Cara ini lebih banyak mengandalkan alat bantu teknologi informasi apakah teknologi cetak, audio, video atau komputer.

Sabtu, 12 November 2011

EDUKASI NET PEMBELAJARAN BERBASIS INTERNET


A.   Internet sebagai media pembelajaran
Awalnya internet lahir untuk sesuatu keperluan militer Amerika Serikat. Pada awal tahun 1969 APRA dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, membuat suatu eksperimen jaringan yang diberi nama APRAnet untuk mendukung keperluan penelitian (riset) kalangan militer. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya jaringan ini dipergunakan untuk keperluan riset perkuruan tinggi, yang dimulai dengan Universitas California.

Sumber belajar yang sudah tersedia diinternet biasanya dipergunakan untuk keperluan pendidikan jarak jauh. Aplikasi bentuk ini antara lain lembaga pelatihan yang menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang bisa diikuti secara jarak jauh dan setelah lulus ujian akan diberikan sertifikat.

B.   Edukasi net sebagai situs pembelajaran berbasis internet
Edukasi net merupakan situs pembelajaran yang menyediakan bahan ajar berbasis web yang bersifat interaktif serta menyediakan fasilitas kominikasi antara pengajar dengan peserta didik, antar peserta didik, dan peserta didik dengan sumber belajar lain.

Kedepan diharapkan situs pembelajaran yang sedang dikembangkan tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penyediaan bahan belajar yang meliputi seluruh mata pelajaran untuk seluruh jenjang dan jalur pendidikan, bimbinganbelajar, bimbingan dan penyuluhan/ konsultasi, tutorial, remedial, email, forim diskusi, mailinf list, uji kempuan, bank soal, pengetahuan popular, dll. Disamping itu edukasi net diharapkan dapat menyediakan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan guru dalam melaksanakan tugas sehari-harinya sebagai pengajar profesional. Manfaat edukasi net antara lain
a.    Siswa dan guru dapat memperoleh sumber belajar yang sesuai dengan kurikulim.
b.   Guru dengan siswa atau siswa dengan siswa lainnya dapat melakukan diskusi melalui forum diskusi.
c.    Guru dengan siswa atau siswa dengan siswa lainnya dapat saling menerima atau mengirim informasi melalui mailing list.
d.   Guru dan siswa dapat mendownload materi pelajaran yang diperlukan.
e.    Sumber belajar dapat diakses dari mana saja dan kapan saja.


C.   Fasilitas edukasi net dan perkembangannya sampai saat ini
Pada saat ini fasilitas edukasinet baru mencakup materi pokok yang berisi mata pelajaran (bahan belajar), sajian khusus, forum, uji kompetensi, down load, search engine.

Pada halaman muka tersaji topik-topik terbaru pada setiap pelajaran. Pada sajian khusus disediakan informasi-informasi actual tentang ilmu pengetahuan popular. Pada bahan belajar topik-topik yang disajikan sifatnya popular dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, sepeti pengetahuan umum.

Forum yang dimaksudkan adalah sebagai sarana komunikasi dan interaksi baik antarpengguna dan pengelola maupun diantara pengguna sendiri. Pada uji kemampuan disediakan soal-soal berbagai mata pelajaran.

Pola Pemanfaatan EdukasiNet
Pada dasarnya situs edukasiNet dapat di manfaatkan oleh siapa saja dan dengan cara-cara yang sangat bervariasi dan fleksibel, tergantung pada situasi dan kondisi sekolah dan guru yang bersangkutan.

Pola Pemanfaatan di Lab Komputer
Bagi sekolah yang telah memiliki fasilitas laboratorium computer yang tersambung ke internt, dapat memanfaatkan situs di lab.

Pola Pemanfaatan di Kelas
Apabila sekolah yang belum memiliki lab komputer, namun mempunyai sebuah LCD proyektor dan sebuah komputer yang tersambung ke internet, maka pemanfaatan situs dilakukan dengan cara presentasi di depan kelas.

Pola Penugasan
Untuk sekolah yang belum mempunyai sambungan internet dapat memanfaatkan situs dengan pola penugasan. Siswa dapat mengakses internet pada tempat-tempat yang menyediakan jasa internet.

Pola Pemanfaatan Individual
Di luar semua itu siswa diberi kebebasab untuk memanfaatkan dan mengeksplor seluruh materi yang ada pada EdukasiNet, baik berupa bahan belajar, pengetahuan popular dan fasilitas komunikasi secara individual.

Jumat, 11 November 2011

PEMANFAATAN PROGRAM MEDIA



A.   Pola Pemanfaatan
1.      Pemanfaatan Media Dalam Situasi Kelas
Dalam merencanakan pemanfaatan media guru harus melihat tujuan yang akan dicapai, materi pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan, serta strategi belajar mengajar yang sesuai untuk mencapai tujuan. Media pembelajaran yang dipilaih haruslah sesuai dengan ketiga hal yang meliputi tujuan, meteri, dan strategi pembelajarannya.
2.      Pemanfaatan Media di Luar Situasi Kelas
Pemanfaatan media pembelajaran di luar situasi dapat dibedakan dalam dua kelompok:
a.       Pemanfaatan Secara Bebas
Pemanfaatan secara bebas ialah bahwa media digunakan tanpa dikontrol atau diawasi. Contoh jenis pemanfaatan media; pemakaian kaset pelajaran bahasa Inggris, pemanfaatan program siaran radio pendidikan.
b.      Pemanfaatan Media Secara Terkontrol
Ialah media digunakan dalam suatu rangkaian kegiatan yang diatur secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Apabila media itu berupa media pembelajaran, sasaran didik diorganisasikan dengan baik. Dengan begitu, mereka dapat menggunakan menggunakan media secara teratur, berkesinambungan.
c.       Pemanfaatan Media Secara Perorangan, Kelompok atau Massal.
1)      Media dapat digunakan secara perorangan. Artinya media digunakan oleh orang saja. Media seperti ini biasanya dilengkapi dengan petunjuk pemanfatan yang jelas sehingga orang dapat menggunakannya dengan mandiri.
2)      Media dapat digunakan secara berkelompok. Media ini dirancang untuk digunakan secara berkelompok yang beranggotakan 2 s.d 8 orang atau 9 s.d 40 orang.
3)      Media dapat digunakan secara massal. Orang yang jumlahnya puluhan, ratusan, bahkan ribuan dapat menggunakan media bersama-sama.

B.   Strategi Pemanfaatan
Supaya media dapat digunakan secara efektif dan efesien ada tiga langkah dalam penggunaan media,
1)      Persiapan Sebelum Menggunakan Media.
Supaya penggunaan media apat berjalan dengan baik, kita perlu membuat persiapan yang baik pula. Pertama-tama pelajari buku petunjuk. Kemudia ikuti petunjuk-petunjuk tersebut. Hal tersebut akan memudahkan kita dalam belajar dengan media tersebut.
2)      Kegiatan Selama Menggunakan Media.
Yang perlu dijaga selama menggunakan media ialah suasana ketenangan. Gangguan-gangguan yang dapat menggagu perhatian dan konsentrasi harus dihindarkan. Ruangannya jangan gelap sama sekali, hal ini dimaksudkan agar kita dapat menulis hal-hal yang penting atau pertanyaan.
3)      Kegiatan Tindak Lanjut.
Ialah untuk menjajagi apaka tujuan telah tercapai. Selain itu untuk memantapkan pemahaman terhadap materi instruksional yang disampaikan melalui media bersangkutan.

C.   Contoh Kasus Penggunaan Media Dalam Pendidikan
Penerapan teknologi pendidikan dengan media memang tidak terlepas dari maksud, tujuan, maupun sasaran yang ingin dicapainya. Hal ini diharapkan dapat mempunyai nilai lebih jika dilihat dari manfaat sosialnya.
Negara Australia dapat ilihat bahwa dalam rangka memberikan kesempatan pendidikan tingkat dasar dan menengah kepada anak-anak yan tinggal jauh di pelosok, Negara ini sejak tahun 1916 telah menyelenggarakan pendidikan. Pendidikan ini diselenggarakan melalui korespondensi sebelum kemudian dilengkapi dengan program siaran radio pada tahun 1930.

Rabu, 09 November 2011

PENGEMBANGAN MEDIA PENDIDIKAN



A.   Penyusunan Rancangan
1.      Pengertian
Bila akan mebuat program media pembelajaran diharapkan dapat melakukannya dengan persiapan dan perencanaan yang teliti. Dalam membuat perencanaan ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab. Pertanyaan-pertanyaan dalam mengembangkan program media dapat diutarakan sebagai berikut:
a.       Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa.
b.      Merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dan khas.
c.       Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan.
d.      Mengembangkan alat pengukur keberhasilan.
e.       Menulis naskah media.
f.        Mengadakan tes dan revisi.

2.      Analisis Kebutuhan dan Karakteristik Siswa
Dalam proses belajar mengajar yang dimaksud dengan kebutuhan adalah kesenjangan antara kemampuan, keterampilan, dan sikap siswa yang kita inginkan dengan kemampuan yang mereka miliki sekarang. Missal bila yang diinginkan aialah siswa dapat menjumlahkan, mengurangi, mengalikan, dan membagi, sedangkan pada saat ini meraka baru dapat menjumlahkan saja, kebutuhan pembelajaran itu ialah kemampuan dan keterampilan dalam mengurangi, mengalikan dan membagi.
Sebagai perancang program media harus dapat mengetahui atau keterampilan awal siswa. Yang dimaksud dengan pengetahuan/ keterampilan yang telah dimiliki siswa sebelum ia mengikuti kegiatan instruksional. Suatu program media akan dianggap terlalu mudah bagi siswa bila siswa tersebut telah memiliki sebagian besar pengetahuan/ keterampilan yang disajikan oleh program media tersebut. Sebaliknya program akan dipandang selalu sulit bagi siswa bila siswa belum memiliki pengetahuan/ keterampilan prasyarat yang diperlukan siswa sebelum menggunakan program media tersebut.
Sebelum program dibuat harus meneliti dengan baik pengetahuan awal maupun pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa yang menjadi sasaran program. Penelitian ini biasanya dilakukan dengan menggunkan tes.
3.      Perumusan Tujuan
Tujuan dapat memberikan arah tindakan yang kita lakukan. Yujuan ini juga dapat dijadikan acuan ketika kita mengukur apakah tindakan kita betul atau salah, berhasil atau gagal.
Dalam proses belajar mengajar, tujuan instruksional merupakan faktor yang sangat penting. Untuk dapat merumuskan tujuan tersebut dengan baik ada beberapa ketentuan yang perlu diingat.
a.       Tujuan instruksional harus berorientasi kepada  siswa bukan berorientasi kepada guru. Jadi tujuan ini harus berorientasi kepada hasil.
b.      Tujuan harus dinyatakan dengan kata kerja yang operasional. Artinya, kata kerja itu menunjukkan perbuatan yang dapat diamati atau yang hasilnya dapat diukur.

4.      Pengembangan Materi Pembelajaran
Untuk dapat mengembangkan bahan instruksional yang mendukung tercapainya tujuan instruksional, tujuan yang telah dirumuskan harus dianalisis lebih lanjut.
Setelah daftar pokok-pokok bahan pembelajaran diperoleh, tugas selanjtnya ialah mengorganisasikan urutan penyajian yang logis, artinya dari yang sederhana ke yang rumit atau dari yang konkrit ke yang abstrak.

5.      Perumusan Alat Pengukur Keberhasilan
Alat  pengukur keberhasilan siswa perlu dirancang dengan seksama dan seyogyanya dikembangkan sebelum naskah program media ditulis atau sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Alat ini dapat berupa tes, penugasan, ataupun daftar cek perilaku.
Alat pengukur keberhasilan harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yangakan dicapai dan pokok-pokok materi pembelajaran yang akan disajikan kepada siswa. Yang diukur atau dievaluasikan ialah kemampuan, keterampilan atau sikap siswa yang dinyatakan dalam tujuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa sebagai hasil kegiatan instruksional.

B.   Penulisan Naskah
1.      Pengertian
Penyajian pokok-pokok materi instruksional dapat disampaikan melalui media yang sesuai atau yang dipilih. Supaya materi instruksinal dapat disampaikan melalui media, materi perlu dituangkan dalam tulisan dan atau gambar yang disebut naskah progam media. Naskah tersebut sebagai penuntun ketika memproduksi program media. Artinya naskah tersebut menjadi penuntun dalam mengambil gambar dan merekam suara.
2.      Treatment
Adalah uraian berbentuk esai yang menggambarkan alur penyajian program. Dengan membaca treatment akan mempunyai gambaran tentang urutan visual yang akan Nampak pada media serta narasi/ percakapan yang akan menyertai gambar.
3.      Penulisan Naskah Audio
Media audio adalah sebuah media yang hanya mengandalkan bunyi dan suara untuk menyampaikan informasi dan pesan. Media audio ini meliputi radio, kaset audio, dan laboratorium bahasa.
Berikut ini beberapa petunjuk yang perlu kita ikuti bila kita akan menulis naskah program media audio.
a.       Bahasa, sebaiknya bahasa yang digunakan bahasa percakapan, bukan bahasa tulis, kalimat tunggal, kalimat yang pendek.
b.      Musik dalam program audio, agar pendengar tidak bosan mendengarkan program perlu menggunakan musik dalam pemograman.


Sabtu, 05 November 2011

PEMILIHAN MEDIA




A.   Media Jadi Dan Media Rancangan

Media menurut batasannya adalah perangkat lunak yang berisi pesan (informasi) pendidikan yang lazimnya disajikan menggunakan peralatan. Dikatakan lazimnya kareana ada beberapa jenis media yang bersifat swasaji, seperti halnya gambar dan objek yang berupa benda-benda yang sebenarnya maupun benda-benda tiruan.

            Ditinjau dari kesiapan pengadaannya, media dikelompokkan dalam dua jenis yaitu

a.       Media jadi karena sudah merupakan komoditi perdagangan dan terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai. Kelebihannya hemat dalam waktu, tenaga dan biaya untuk pengadaannya. Kekurangannya ialah kecilnya kemungkianan untuk mendapatkan media jadi yang dapat sepenuhnya sesuai dengan tujuan atau pembelajaran setempat.

b.      Media rancangan karena perlu dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk maksud atau tujuan tertentu. Kelebihannya mempersiapkan media yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan tertentu akan memeras banyak waktu, tenaga maupun biaya karena untuk mendapatkan keandalan dan kesahihannya diperlukan serangkaian kegiatan validitas prototipnya.



B.   Dasar Pertimbangan Pemilihan Media

Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah

a.       Bermaksud mendemonstrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media

b.      Merasa sudah akrab dengan media tersebut, misalnya seorang dosen yang sudah terbiasa menggunakan proyektor transparansi

c.       Ingin member gambaran atau penjelasan yang lebih konkrit

d.      Merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya, misalnya untuk menarik minat atau gairah belajar siswa.

Dasar pertimbangan untuk memilih suatu media sangatlah sederhana, yaitu dapat memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginka atau tidak.

C.   Kriteria Pemilihan

Kriteria pemilihan media harus dikembangkan sesuia dengan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan sifat-sifat karakteristik media yang bersangkutan.

Professor Ely mengatakan bahwa pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteksnya bahwa media merupakan komponen dari system instruksioanal secara keseluruhan. Karena itu, meskipun tujuan dan isinya sudah diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa, strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, serta prosedur penilaiannya juga perlu dipertimbngkan.

            Dick dan Carey menyebutkan bahwa masih ada empat faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media

1.      Ketersediaan sumber setempat.

2.      Apakah unruk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga, dan fasilitasnya.

3.      Faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama.

4.      Efektivitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang.



D.  Model/ Prosedur Pemilihan Media

Berbagai jenis, cara maupun pemilihan media dapat dikelompokkan menjadi tiga model,

a.       Model flowchart yang menggunakan system pengguguran (eliminasi) dalam proses pengambilan keputusan pemilihan.

b.      Model matriks yang menangguhkan proses pengambilan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasikan.

c.       Model checklist yang juga menangguhkan keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan.