Rabu, 09 November 2011

PENGEMBANGAN MEDIA PENDIDIKAN



A.   Penyusunan Rancangan
1.      Pengertian
Bila akan mebuat program media pembelajaran diharapkan dapat melakukannya dengan persiapan dan perencanaan yang teliti. Dalam membuat perencanaan ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab. Pertanyaan-pertanyaan dalam mengembangkan program media dapat diutarakan sebagai berikut:
a.       Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa.
b.      Merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dan khas.
c.       Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan.
d.      Mengembangkan alat pengukur keberhasilan.
e.       Menulis naskah media.
f.        Mengadakan tes dan revisi.

2.      Analisis Kebutuhan dan Karakteristik Siswa
Dalam proses belajar mengajar yang dimaksud dengan kebutuhan adalah kesenjangan antara kemampuan, keterampilan, dan sikap siswa yang kita inginkan dengan kemampuan yang mereka miliki sekarang. Missal bila yang diinginkan aialah siswa dapat menjumlahkan, mengurangi, mengalikan, dan membagi, sedangkan pada saat ini meraka baru dapat menjumlahkan saja, kebutuhan pembelajaran itu ialah kemampuan dan keterampilan dalam mengurangi, mengalikan dan membagi.
Sebagai perancang program media harus dapat mengetahui atau keterampilan awal siswa. Yang dimaksud dengan pengetahuan/ keterampilan yang telah dimiliki siswa sebelum ia mengikuti kegiatan instruksional. Suatu program media akan dianggap terlalu mudah bagi siswa bila siswa tersebut telah memiliki sebagian besar pengetahuan/ keterampilan yang disajikan oleh program media tersebut. Sebaliknya program akan dipandang selalu sulit bagi siswa bila siswa belum memiliki pengetahuan/ keterampilan prasyarat yang diperlukan siswa sebelum menggunakan program media tersebut.
Sebelum program dibuat harus meneliti dengan baik pengetahuan awal maupun pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa yang menjadi sasaran program. Penelitian ini biasanya dilakukan dengan menggunkan tes.
3.      Perumusan Tujuan
Tujuan dapat memberikan arah tindakan yang kita lakukan. Yujuan ini juga dapat dijadikan acuan ketika kita mengukur apakah tindakan kita betul atau salah, berhasil atau gagal.
Dalam proses belajar mengajar, tujuan instruksional merupakan faktor yang sangat penting. Untuk dapat merumuskan tujuan tersebut dengan baik ada beberapa ketentuan yang perlu diingat.
a.       Tujuan instruksional harus berorientasi kepada  siswa bukan berorientasi kepada guru. Jadi tujuan ini harus berorientasi kepada hasil.
b.      Tujuan harus dinyatakan dengan kata kerja yang operasional. Artinya, kata kerja itu menunjukkan perbuatan yang dapat diamati atau yang hasilnya dapat diukur.

4.      Pengembangan Materi Pembelajaran
Untuk dapat mengembangkan bahan instruksional yang mendukung tercapainya tujuan instruksional, tujuan yang telah dirumuskan harus dianalisis lebih lanjut.
Setelah daftar pokok-pokok bahan pembelajaran diperoleh, tugas selanjtnya ialah mengorganisasikan urutan penyajian yang logis, artinya dari yang sederhana ke yang rumit atau dari yang konkrit ke yang abstrak.

5.      Perumusan Alat Pengukur Keberhasilan
Alat  pengukur keberhasilan siswa perlu dirancang dengan seksama dan seyogyanya dikembangkan sebelum naskah program media ditulis atau sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Alat ini dapat berupa tes, penugasan, ataupun daftar cek perilaku.
Alat pengukur keberhasilan harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yangakan dicapai dan pokok-pokok materi pembelajaran yang akan disajikan kepada siswa. Yang diukur atau dievaluasikan ialah kemampuan, keterampilan atau sikap siswa yang dinyatakan dalam tujuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa sebagai hasil kegiatan instruksional.

B.   Penulisan Naskah
1.      Pengertian
Penyajian pokok-pokok materi instruksional dapat disampaikan melalui media yang sesuai atau yang dipilih. Supaya materi instruksinal dapat disampaikan melalui media, materi perlu dituangkan dalam tulisan dan atau gambar yang disebut naskah progam media. Naskah tersebut sebagai penuntun ketika memproduksi program media. Artinya naskah tersebut menjadi penuntun dalam mengambil gambar dan merekam suara.
2.      Treatment
Adalah uraian berbentuk esai yang menggambarkan alur penyajian program. Dengan membaca treatment akan mempunyai gambaran tentang urutan visual yang akan Nampak pada media serta narasi/ percakapan yang akan menyertai gambar.
3.      Penulisan Naskah Audio
Media audio adalah sebuah media yang hanya mengandalkan bunyi dan suara untuk menyampaikan informasi dan pesan. Media audio ini meliputi radio, kaset audio, dan laboratorium bahasa.
Berikut ini beberapa petunjuk yang perlu kita ikuti bila kita akan menulis naskah program media audio.
a.       Bahasa, sebaiknya bahasa yang digunakan bahasa percakapan, bukan bahasa tulis, kalimat tunggal, kalimat yang pendek.
b.      Musik dalam program audio, agar pendengar tidak bosan mendengarkan program perlu menggunakan musik dalam pemograman.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar